Kelompok 2 :
1.
Dewi Karomah
2.
Nur Fatonah
Kelas : IV R C
Dosen Pengampu :
Sulis Riptono, M.M
MENENTUKAN STRATEGI PRODUK
A. PRODUK
Produk menurut
Philip Kotler adalah: “segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memuaskan
kebutuhan dan keinginan” (1997:52). Basu Swastha dan Irawan, menyatakan bahwa
produk adalah: ”suatu sifat kompleks, baik dapat diraba maupun tidak diraba,
termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan, pelayanan pengusaha
dan pengecer, yang diterima pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan”
(1990:165). Fandy Tjiptono mengartikan produk sebagai: “segala sesuatu yang
ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli,
digunakan/dikonsumsi pasar sebagai pemenuh kebutuhan/keinginan pasar yang
bersangkutan” (1999:95). Produk yang ditawarkan tersebut meliputi: barang
fisik, jasa, orang/pribadi, organisasi, dan ide. Secara lebih rinci, konsep produk
meliputi: barang, kemasan, merk, warna, label, harga, kualitas, pelayanan dan
jaminan.
Selama ini
banyak penjual melakukan kesalahan dengan memberikan perhatian lebih banyak
pada produk fisik daripada manfaat yang dihasilkan dari produknya. Mereka menempatkan
diri lebih dari sebagai penjual daripada memberikan pemecahan kebutuhan.
Padahal perusahaan harus berpusat pada kebutuhan pelanggan, bukan hanya pada
keinginan yang sudah ada. Hal ini dikarenakan produk merupakan alat untuk
memecahkan masalah konsumen.
1.
Tingkatan
Produk Yang Dapat Memberi Kepuasan Konsumen
a.
Manfaat inti (core benefit)
Layanan
atau manfaat mendasar yang sesungguhnya dibeli pelanggan. Seorang tamu hotel
membeli ”istirahat dan tidur”. Pemasar harus memandang dirinya sebagai penyedia
manfaat.
b.
Produk dasar (basic product)
Pemasar
harus mengubah manfaat inti tersebut menjadi produk dasar. Dengan
demikian, kamar hotel meliputi tempat tidus, kamar mandi, handuk, meja tulis,
meja rias, dan lemari pakaian.
c.
Produk yang diharapkan (expected product)
Beberapa
atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli ketika mereka membeli
produk ini. Tamu hotel mengharapakan tempat tidur yang bersih, handuk yang
bersih, lampu baca, dan kadar ketenangan tertentu.
d.
Produk yang ditingkatkan (augmented product)
Pemasar
menyiapkan produk yang melampaui harapan pelanggan. Di negara-negara yang sudha
berkembang, persaingan dan penentuan posisi merek berlangsung pada tingkat ini.
Akan tetapi di negara-negara yang sedang berkembang dan pasar yang sednag naik
daun seperti Cina dan India, kebanyakan persaingan berlangsung pada tingkat
produk yang diharapkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai strategi
peningkatan produk adalah :
·
Setiap peningkatan menimbulkan biaya.
·
Manfaat yang ditingkatkan akan segera menjadi
manfaat yang diharapkan.
·
Pada saat perusahaan menaikkan harga untuk
produk yang telah mereka tingkatkan, sebagian pesaing menawarkan jenis produk
yang telah ”dipreteli” dengan harga yang jauh lebih trendah.
e.
Calon produk (potential product)
Meliputi
segala kemungkinan peningkatan dan perubahan yang mungkin akan dialami produk
atau tawaran tersebut pada masa mendatang.
2. Hirarki Produk
a)
Need family. Kebutuhan inti yang mendasari keluarga
produk, misalnya keselamatan.
b)
Product family. Seluruh kelas produk yang dapat
memberikan rasa aman.Misalnya tabungan dan pendapatan.
c)
Product class. Sekelompok produk bersama dengan
keluarga produk yang dikenal karena mempunyai koherensi fungsional.
d)
Product line. Sekelompok produk pada kelas produk yangberhubungan
satu dengan lainnya karena kinerjanya mempunyai fungsi yang sama, misalnya
asuransi.
e)
Product type. Sekelompok produk dalam lini produk
yang dapat digunakan menjadi satu dari berbagai kemungkinan lini produk.
Misalnya asuransi jiwa.
f)
Item. Bentuk berbeda dengan merek atau lini
produk yang dibedakan oleh ukuran, harga, pertampakan, atau oleh beberapa
atribut lainnya. Contohnya asuransi untuk semua jenis pertanggungan.
3.
Klasifikasi
Produk
Klasifikasi
produk biasanya dilakukan berdasarkan beberapa sudut pandang, namun secara umum
produk dapat dibagi 2 yaitu:
a.
Barang
Barang menurut
Fandy Tjiptono adalah “produk yang berwujud fisik sehingga dapat bisa dilihat,
disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dan perlakuan fisik lainnya” (1999:98).
Ditinjau dari daya tahannya, terdapat dua macam barang yaitu:
1) Barang
tahan lama (durable goods). Merupakan barang berwujud yang biasanya bisa
tahan lama dengan banyak pemakaian, atau umur ekonomisnya untuk pemakaian
normal satu tahun atau lebih. Contoh: lemari es dan televisi.
2) Bahan
tidak tahan lama (non durable goods). Merupakan barang berwujud yang
biasanya habis dikonsumsi dalam satu kali pemakaian, atau umur ekonomisnya
dalam pemakaian normal kurang dari sattu tahun. Contoh: sabun mandi dan
makanan.
b.
Jasa.
Jasa menurut Philip Kotler adalah
“setiap tindakan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain. Pada
dasarnya jasa tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun”
(1992:45). Contoh : Salon kecantikan, bengkel perbaikan mobil, kursus-kursus.
Produk juga
dapat diklasifikasikan berdasarkan konsumennya dan untuk apa produk tersebut
dikonsumsi. Berdasarkan kriteria ini produk dapat diklasifikasi menjadi :
a.
Barang
Konsumsi
-
Barang Konsumsi (Convenience Goods)
Convenience
Goods merupakan barang yang pada umumnya memiliki
frekuensi pembelian yang tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera
dan memerlukan usaha yang minimum dalam perbandingan dan pembelianya.
Contohnya: rokok, sabun mandi, pasta gigi, dan permen.
-
Barang Belanjaan (Shooping Goods)
Shooping goods adalah
barang yang proses pemilihan dan pembeliannya, dibandingkan oleh konsumen
diantara berbagai alternatif yang tersedia. Kriteria pembanding meliputi harga,
kualitas, dan model masing-masing. Contohnya: alat rumah tangga, pakaian, dan
kosmetik.
-
Barang Spesial (Speciality goods)
Speciality
goods adalah barang yang memiliki
karakteristik atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen
bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Umumnya jenis barang ini
terdiri atas barang-barang mewah, dengan merek dan model yang spesifik, seperti
mobil jaguar dan pakaian desain terkenal.
-
Barang Yang Tidak Dicari (Unsought goods)
Unsought goods adalah
barang yang tidak diketahui oleh konsumen atau kalaupun sudah diketahui oleh konsumen,
konsumen belum tentu tertarik untuk membelinya. Contohnya: batu nisan,
ensiklopedi, dan tanah pekuburan.
b.
Barang
Industri
-
Bahan baku dan suku cadang (materials and
parts).
Adalah barang-barang yang
seluruhnya masuk ke produsen tersebut. Barang-barang
ini terbagi menjadi dua
kelompok:
·
Bahan mentah terdiri dari produk pertanian dan
produk alam (kayu, biji besi dll).
·
Bahan baku dan suku cadang terdiri dari bahan
baku komponen (besi, semen, kabel, benang dll) dan suku cadang komponen (ban
cetakan, mesin kecil dll).
-
Barang modal (capital items).
Adalah barang-barang tahan lama
yang memudahkan pengembangan atau pengelolaan produk jadi. Barang modal terdiri
dari dua kelompok yaitu;
§
Instalasi (pabrik, kantor) dibeli melalui
negosiasi panjang.
§
Peralatan meliputi peralatan kantor dan perkakas
pabrik yang dapat dipindahkan.
-
Perlengkapan dan layanan bisnis (supplies and
business service).
Adalah barang dan jasa berumur
pendek, memudahkan pengembangan atau pengelolaan produk jadi. Meliputi layanan
pemeliharaan dan perbaikan (pembersihan jendela, perbaikan mesin fotokopi) dan
layanan konsultasi bisnis (hukum, konsultasi manajemen, iklan). Terdiri dari
dua jenis;
Ø
Barang pemeliharaan dan perbaikan (cat, paku,
sapu).
Ø
Perlengkapan operasional ( pelumas, batubara,
kertas tulis, pensil)
B. KEPUTUSAN-KEPUTUSAN MENGENAI BAURAN PRODUK
Sistem produk adalah
sekelompok barang berbeda, tetapi saling berhubungan yang berfungsi dengan cara
saling melengkapi. Bauran produk adalah kumpulan seluruh
produk dan barang yang ditawarkan penjual tertentu kepada pembeli. Bauran
produk suatu perusahaan memiliki lebar, panjang, kedalaman, dan konsistensi
tertentu.
§
Lebar suatu bauran produk mengacu pada berapa
banyak lini produk yang berbeda dimiliki perusahaan tersebut.
§
Kedalaman suatu bauran produk mengacu pada
jumlah seluruh barang dalam bauran tersebut.
§
Keluasan suatu bauran prouk mengacu pada berapa
banyak jenis yang ditawarkan masing-masing produk dalam lini tersebut.
§
Konsistensi bauran produk mengacu pada seberapa
erat hubungan berbagai lini produk dalam penggunaan akhir, ketentuan produksi,
saluran distribusi, atau hal-hal lain.
Keempat dimensi bauran produk ini memungkinkan
perusahaan memperluas bisnisnya melalui empat cara.
1.
Menambah lini produk baru, sehingga memperlebar
bauran produknya.
2.
Memperpanjang setiap lini produk.
3.
Menambah lebih banyak jenis produk ke dalam
setiap produk dan memperdalam bauran produknya.
4.
Mengejar lebih banyak konsistensi lini produk.
Untuk mengambil keputusan merek dan produk ini, perusahaan perlu melakukan
analisis lini produk.
C. KEPUTUSAN-KEPUTUSAN MENGENAI LINI PRODUK
1. Analisis Lini Produk
Dalam menawarkan lini produk, perusahaan biasanya
menciptakan platform dan modul dasar yang dapat ditambahkan untuk memenuhi
tuntutan pelanggan. Manajer-manajer lini produk perlu mengetahui penjualan dan
laba setiap barang dalam lininya untuk menentukan barang mana yang harus
dikembangkan, dipertahankan, diambil hasilnya, atau dilepaskan. Mereka juga
perlu memahami profil pasar setiap lini produk. Analisis lini produk memberikan
informasi tentang dua bidang keputusan penting yaitu panjangnya lini produk dan
penetapan harga bauran produk.
Ø
Penjualan Dan Laba
Setiap portofolio produk perusahaan mengandung produk
dengan margin yang berbeda. Toko serba ada hampir tidak menghasilkan margin
dari roti dan susu; margin yang lumayan besar dihasilkan dari makanan kaleng
dan beku; dan bahkan margin yang lebih besar diperoleh dari kembang, lini
makanan etnis, dan makanan panggang yang segar.
Suatu perusahaan dapat menggolongkan produknya menjadi empat tipe yang menghasilkan margin kotor berbeda, yang bergantung pada volume penjualan dan promosinya.
Suatu perusahaan dapat menggolongkan produknya menjadi empat tipe yang menghasilkan margin kotor berbeda, yang bergantung pada volume penjualan dan promosinya.
a.
Produk inti. Komputer dsar yang menghasilkan
volume penjualan yang tinggi dan sangat gencar dipromosikan tetapi mempunyai
margin yang rendah karena dipandang sebagai komoditas yang tidak
terdeferensiasi.
b.
Kebutuhan pokok. Barang dengan volume penjualan
yang lebih rendah dan tanpa promosi, seperti CPU yang lebih cepat atau memori
yang lebih besar. Barang ini menghasilkan margin yang agak lebih tinggi.
c.
Kekhususan. Barang yang volume penjualannya
lebih rendah, tetapi mungkin sangat gencar dipromosikan, seperti peralatan
pembuatan film digital.
d.
Barang kemudahan. Barang tambahan yang terjual
dengan volume tinggi, tetapi kurang mendapatkan promosi. Contoh; monitor,
printer, piranti lunak.
Maksud utamanya adalah
bahwa perusahaan-perusahaan seharusnya mengakui bahwa barangnya berbeda dalam
potensinya untuk dikenakan harga yang lebih tinggi atau lebih banyak diiklankan
sebagai cara untuk meningkatkan penjualan, margin atau keduanya.
Ø
Profil Pasar
Manajer lini produk harus menganalisis bagaimana lini
tersebut diposisikan terhadap lini pesaing. Perlu dilakukan pemetaan produk
yaitu mengidentifikasi segmen pasar untuk mengetahui posisi produk yang
ditawarkan perusahaan.
2. Panjang Lini Produk
Tujuan perusahaan adalah
mempengaruhi panjang lini produk. Lini produk cenderung makin memanjang
lama-kelamaan. Kelebihan kapasitas produksi menimbulkan tekanan bagi manajer
lini produk untuk mengembangkan jenis-jenis produk baru. Suatu perusahaan dapat
memperpanjang lini produknya dengan dua cara; merentangkan lini dan mengisi
lini.
a. Perentangan Lini
o
Perentangan Ke Pasar Bawah.
Suatu perusahaan yang berada di pasar menengah ingin memperkenalkan lini
dnegan harga yang lebih rendah karena salah satu dari ketiga alasan berikut;
a.
Mengamati bahwa pembeli yang menginginkan barang
dengan harga yang sesuai dengan nilainya, bertambah jumlahnya.
b.
Untuk membatasi gerakan pesaing yang mencoba
untuk beralih ke pasar lapis atas.
c.
Telah menemukan bahwa pasar menengah sedang
mengalami stagnasi atau mundur.
o
Perentangan Ke Pasar Atas.
Perusahaan ingin memperoleh pertumbuhan yang lebih
besar, margin laba yang lebih tinggi, atau sekedar memposisikan diri sebagai
produsen lini lengkap. Banyak pasar telah mempelopori segmen kelas atas yang
mengejutkan (Starbucks dalam kopi, Haagen Dazs dalam es krim dll).
o
Perentangan dua arah.
Texas Instruments (TI) merentangkan produknya dua
arah dan dapat merebut kepemimpinan pasar kalkulator saku.
b.
Pengisian
Lini (Line Filling)
Lini produk juga dapat diperpanjang dengan menambah
lebih banyak jenis produk dalam rentang lini sekarang. Motif untuk melakukan
hal ini adalah; memperoleh tambahan laba, berupaya memanfaatkan kapasitas yang
berlebihan, berupaya menjadi perusahaan terdepan dengan lini lengkap; dan
mencoba menutup lubang agar tidak diisi pesaing.
c.
Modernisasi
Lini, Penonjolan Jenis Produk dan Pemangkasan.
Lini produk perlu dimodernisasi. Dalam pasar yang
berubah cepat, modernisasi dilakukan terus menerus. Manajer lini produk
tersebut biasanya memilih satu atau beberapa jenis produk dalam lini itu untuk
ditonjolkan. Secara berkala harus mempelajari lini untuk melihat produk yang
tidka menghasilkan lagi sehingga menekan laba. Pemangkasan juga dilakukan apabila
perusahan mengalami kekurangan kapasitas.
d.
Penetapan Harga
Bauran (Product Mix Pricing)
Menggambarkan konsep penetapan harga, taktik secara
rinci, namun perlu mempertimbangkan beberapa isu penetapan harga bauran produk
di sini. Perusahaan mencari beberapa harga yang memaksimalkan laba dari
seluruh bauran.
Kita dapat membedakan enam keadaan yang melibatkan
penetapan harga bauran produk.
1)
Penetapan harga lini produk (product lini
pricing).
Perusahaan biasanya
mengembangkan lini-lini produk alih-alih hanya satu produk dan memperkenalkan
tahap-tahap harga.
2)
Penetapan harga ciri pilihan (optional feature
pricing).
Banyak restoran menetapkan
harga yang tinggi untuk minumannya dan harga yang rendah untuk makanannya.
Pendapatan dari makanan menutupi biaya dan minuman menghasilkan laba. Hal ini
menjelaskan mengapa pelayan sering mendesak habis-habisan agar pelanggan
memesan minuman. Untuk menarik kelompok peminum, bisa dilakukan sebaliknya.
3)
Penetapan harga produk pelengkap (captive
product pricing).
Beberapa produk memerlukan
penggunaan produk tambahan atau produk pelengkap. Terdapat bahaya dalam
menetapkan harga produk pelengkap terlalu tinggi. Caterpillar memperoleh laba
yang tinggi untuk suku cadang dan layanannya. Hal ini melahirkan para ”pembajak”
yang memalsukan suku cadang dan ”montir jalanan” yang lebih murah.
4)
Penetapan harga dua bagian (two part pricing).
Perusahaan jasa menggunakan
penetapan ini yang terdiri atas tarif tetap ditambah biaya pemakaian yang tidak
tetap. Perusahaan jasa menghadapi masalah yang mirip dengan penetapan harga
produk pelengkap. Tarif tetap cukup rendah untuk laba yang maksimal.
5)
Penetapan harga produk sampingan (by produk
pricing).
Produksi barang tertentu
(minyak bumi dll) sering menghasilkan produk sampingan. Setiap pendapatan yang
diperoleh dari produk sampingan akan memudahkan pengenaan harga yang lebih
rendah untuk produk utamanya.
6)
Penetapan harga penggabungan produk (product
bundling pricing).
Perusahaan sering menggabungkan
produk-produk dengan ciri khas barang (feature). Studi-studi telah menunjukkan
bahwa ketika kegiatan promosi meningkat pada butir-butir individual dalam
gabungan tersebut, pembeli merasa kurang berhemat dan kurang tepat untuk
membayar harga gabungan. Riset menawarkan tiga pedoman strategi penggabungan.
-
Harga gabungan harus lebih rendah dibanding jumlah
produk individual.
-
Susunlah promosi, satu sesudah yang lain, untuk
menghindari konflik promosi.
-
Harus bijaksana memberikan rabat untuk produk
individual karena konsumen menggunakan harga produk individual sebagai rujukan
eksternal.
D. KEPUTUSAN MENGENAI PRODUK TERTENTU
1. Atribut Produk
Atribut produk
menurut adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan
dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Perangkat yang diperlukan pada
atribut produk :
a.
Kualitas (Quality)
Menurut
Kotler
dan Amstrong
(2004:347) definisi kualitas adalah kemampuaan
suatu produk untuk melaksanankan funsi-fungsinya, yang termasuk didalamnya
adalah ketahanan produk, keandalan, kemudahan dalam pengopasiaan, perbaikan,
dan atribut-atribut lain yang bernilai.
Kualitas
memiliki dua dimensi yaitu tingkat dan konsistensi. Kualitas yang tinggi
dapat menyampaikan tingkat mutu yang ditargetkan kepada pelanggan, sehingga
kualitas menyampaikan tidak adanya kerusakan dan kelainan.Semua perusahaan
harus berusaha untuk dapat memenuhi konsistensi kualitas tingkat tinggi.
b.
Ciri-Ciri
Produk
Menurut Kotler dan
Amstrong (2004:347) Ciri adalah karakteristik yang melengkapi fungsi
dasar produk, manfaat-manfaat tersebut dikomunikasikan melalui atribut-atribut
seperti kualitas (quality), desain (design), fitur (featurs).
Secara
konteksual ciri adalah karateristik yang melengkapi fungsi dasar
produk.Perusahaan dapat menciptakian model-model baru yang lebih baik dengan menambahkan
ciri.Ciri atau keistimewaan merupakan sarana kompetitif untuk membedakan produk
perusahaan dari produk pesaing.
c.
Desain
Produk
Cara
lain untuk menambahkan nilai bagi pelanggan adalah melalui gaya dan desain
produk yang khas. Desain dapat menjadi alat persaingan yang sangat baik bagi
armada pemasaran perusahaan. Desain yang baik dapat memberikan kontribusi dalam
hal kegunaan produk dan juga penampilannya. Gaya dan desain yang baik dapat
menarik perhatian, meningkatkan kinerja produk, memotong biaya produksi dan
memberikan keunggulan bersaing di pasar sasaran.
2.
Pemberian
Merek
Beberapa
pengertian mengenai merek :
a.
Merek (brand).
Suatu nama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau gabungan semua yang
diharapkan mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau
sekelompok penjual, dan diharapkan akan membedakan barang atau jasa dari
produk-produk milik pesaing.
b.
Nama merek (brand name).
Sebagian dari merek, dan yang dapat diucapkan. Misalnya : Nokia, Samsung, Chevrolet,
dll.
c.
Tanda merek (brand
mark. Sebagian dari merek yang dapat dikenali namun tidak dapat diucapkan,
seperti misalnya lambang, desain, logo, huruf atau warna khusus.
d.
Tanda merek dagang (trademark).
Merek atau sebagian dari merek yang dilindungi oleh hukum karena kemampuannya
untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa.
e.
Hak cipta (copyright).
Hak istimewa yang dilindungi oleh undang-undang untuk memproduksi, menerbitkan
dan menjual karya tulis, karya musik atau karya seni.
Tujuan
pemberian merek :
-
Sebagai identitas, yang bermanfaat dalam
diferensi atau membedakan produk suatu perusahaan dengan produk pesaingnya. Ini
memudahkan konsumen untuk menegnalinyasaat berbelanja dan saat melakukan
pembelian ulang
-
Alat promosi, yaitu sebgai daya tarik produk
-
Untuk membina citra, yaitu dengan memberikan
keyakinan, jaminan kualitas kepada konsumen
-
Untuk mengendalikan pasar
Beberapa persyaratan
yang harus diperhatikan dalam keputusan mengenai merek yaitu :
o
Merek
harus khusus dan unik.
o
Merek
harus menggambarkan sesuatu mengenai manfaat produk dan pemakainya.
o
Merek
harus mengambarkan kualitas produk.
o
Merek
tidak boleh mengandung arti yang buruk di Negara dan bahasa lain.
o
Merek
harus dapat menyusuaikan diri (adaptable)
dengan produk baru yang mungkin ditambah ke dalam lini produk.
3.
Kemasan
Merupakan
kegiatan merancang dan memproduksi wadah untuk produk. Kemasan bisa mencakup
tiga tingkat bahan. Botol sebagai kemasan primer dimasukkan ke dalam kotak
karton (kemasan sekunder) yang terdapat dalam kotak pengiriman (biasanya berisi
enam lusin). Kemasan merupakan hal pertama yang dihadapi pembeli menyangkut
produk dan mampu mengubah calon pembeli untuk membeli atau tidak.
Berbagai faktor
telah berperan dalam meningkatnya penggunaan kemasan sebagai alat pemasaran :
ü Swalayan
Dalam toko
serbaada yang menyediakan 15.000 jenis produk, pengunjung toko biasanya
melewati sekitar 300 jenis produk per menit. Mengingat bahwa 53% dari seluruh
pembelian dilakukan karena dorongan hati, kemasan yang efektif harus melakukan
banyak tugas penjualan; menarik perhatian, menjelaskan fitur produk tersebut,
mneciptakan keyakinan konsumen, dan memberi kesan yang menyenagkan secara
keseluruhan. Contoh; pelanggan sering secara harafiah memilih buku berdasarkan
sampulnya.
ü Kemakmuran
konsumen
Meningkatnya
kemkmuran konsumen berarti konsumen bersedia membayar sedikit lebih mahal untuk
kenyamanan, penampilan, keandalan, dan gengsi kemasan yang lebih baik.
ü Citra
perusahaan dan merek
Kemasan
berperan bagi pengakuan langsung terhadap perusahaan atau merek tersebut.
ü Peluang
inovasi.
Pengemasan yang
inovatif dapat memberikan manfaat yang besar bagi konsumen dan
laba bagi produsen. Produsen menggabungkan bahan-bahan dan
fitur-fitur yang unik seperti semprotan (spray) dan bukaan yang dapat ditutup
kembali.
Pengembangan kemasan yang efektif membutuhkan beberapa
keputusan. Dari perspektif perusahaan maupun pelanggan, pengemasan harus
mencapai sejumlah tujuan.
•
Identifikasikan merek.
•
Sampaikanlah informasi yang deskriptif
dan persuasif.
•
Permudahkan proteksi dna
transportasi produk.
•
Banutlah penyimpanan di rumah
•
Bantulah konsumsi produk.
4. Pemberian Label
Penjual harus
memberikan label produknya. Label tersebut mungkin adalah etiket sederhana yang
ditempelkan pada produk tersebut atau grafik yang dirancang dengan rumit yang
merupakan bagian dari kemasan tersebut. Label tersebut mungkin hanya
mencantumkan nama merek atau banyak informasi. Sekalipun penjualnya lebih
menyukai label yang sederhana, undang-undang mungkin mengharuskan informasi
tambahan.
Sebuah label bisa merupakan bagian dari kemasan, atau bisa pula merupakan
etiket (tanda pengenal) yang dicantelkan kepada produk.secara garis besar
terdapat tiga macam label,yaitu :
Ø
Brand label, yaitu bnama merek yang diberikan
pada produk atau dicantumkan pada kemasan
Ø
Descriptive label, yaitu label label yang
memberikan informasi obyektif mengenai penggunaan, konstruksi/pembuatan dan
kinerja produk, serta karakteristik-karakteristik lainya yang berhubu\ngan
dengan produk
Ø
Grade label, yaitu label yang mengidentifikasi
penilai kualitas produk (product’s judged quality) dengan suatu huruf, angka,
atau kata.
Label melakukan beberapa fungsi
yaitu :
1.
Label tersebut mengidentifikasi
produk atau merek.
2.
Mungkin juga menunjukkan kelas
produk.
3.
Mungkin menjelaskan proudk; siapa
pemuatnya, dimana, kapan, apa kandungannya, bagaimana digunakan, dan bagaimana
menggunakannya dengan aman.
4.
Mungkin mempromosikan produk melalui
grafik-grafik yang menarik.
5.
Teknologi baru memungkinkan label membungkus
ketat seluruh wadah.
6.
Label pasti akan ketinggalan jaman
dan perlu diperbarui.

5 things Canadians have learned from the Betway mobile casino
BalasHapusYou should know about the Betway mobile casino in Canada · 1. Use the bonus code BET200 and get a new welcome bonus of 125% up to C$500.2 answers · 1 vote: What's the best mobile casino for Canadian 해외 배팅 사이트 가입 players? · 바카라 사이트 주소 2. Make your first deposit and use the bonus 프라하 사이트 · 3. Click and accept the pcie슬롯 welcome bonus 세븐 포커 · 4. Deposit cash and